Bagaimana Memantau Gula Darah bagi Pasien Diabetes?

idCare.id – Gula merupakan “musuh” sekaligus teman bagi manusia. Konsumsi gula yang berlebihan tentu saja kurang baik bagi kesehatan tubuh. Gula yang berlebih dapat memicu berbagai penyakit, terutama penyakit diabetes. Bagi penderita diabetes, pemantauan konsumsi kadar gula¬† merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pengobatan penyakit ini. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah target pengobatan telah tercapai, serta untuk melakukan penyesuaian dosis obat apabila target pengobatan belum tercapai. Secara umum, pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam sesudah makan, serta glukosa darah berkala sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan sederhana glukosa darah dapat dilakukan dengan menggunakan darah kapiler memanfaatkan alat pengukur glukosa darah yang sederhana dan cepat. Pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) sangat dianjurkan bagi pasien-pasien diabetes mellitus yang menggunakan insulin lebih dari 1 kali per hari atau yang menggunakan obat pemacu sekresi insulin.

Kapan Harus Lakukan PGDM?

Bagi penderita diabetes, pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) dilakukan secara rutin. Hal ini agar penderita dapat mengetahui kondisi terkini kesehatan tubuhnya. Sebaiknya, PGDM harus dilakukan ketika:

  • Sebelum makan
  • 2 jam setelah makan
  • Menjelang waktu tidur (untuk menilai risiko hipoglikemia)
  • Di antara siklus tidur (untuk menilai adanya hipoglikemia malam hari yang kadang tanpa gejala).

Selain pasien diabetes mellitus yang menggunakan insulin, pemantauan glukosa darah mandiri juga dianjurkan pada pasien dengan kadar A1c yang tidak mencapai target setelah terapi; wanita dengan diabetes mellitus yang merencanakan kehamilan; wanita hamil dengan hiperglikemia; serta pasien-pasien yang mengalami hipoglikemia berulang.

Penderita diabetes mellitus dengan kontrol glukosa darah yang belum stabil disarankan untuk melakukan pengukuran glukosa darah setiap hari secara rutin hingga glukosa darah stabil. Pemantauan yang lebih jarang dapat dilakukan apabila pasien telah terkontrol dengan baik dan konsisten.

Pemantauan penting lain untuk diabetes mellitus adalah pemeriksaan kadar HbA1c dalam darah. Pemeriksaan ini menilai efek dari pengobatan diabetes mellitus selama 8 hingga 12 minggu setelahnya, sehingga HbA1c diperiksa setiap 3 bulan atau dapat diperiksa setiap bulan pada kadar HbA1c yang sangat tinggi (>10%).

Itulah tadi sedikit tulisan mengenai alasan dan cara memantau kadar gula darah dalam tubuh. Salam sehat.